Kaká
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Informasi pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Ricardo Izecson dos Santos Leite | ||
| Tanggal lahir | 22 April 1982 | ||
| Tempat lahir | Brasília, Brasil | ||
| Tinggi | 1.86 m (6 ft 1 in) | ||
| Posisi bermain | Gelandang serang | ||
| Informasi klub | |||
| Klub saat ini | Real Madrid | ||
| Nomor | 8 | ||
| Karier junior | |||
| 1994–2000 | São Paulo | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Tampil (Gol) | |
| 2001–2003 2003–2009 2009–kini |
São Paulo Milan Real Madrid |
59 (23) 193 (70) 32 (10) |
|
| Tim nasional‡ | |||
| 2002–kini | 82 (27) | ||
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 6 Februari 2011. ‡ Penampilan dan gol di tim nasional akurat per 2 Juli 2010 |
|||
Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di Brasília, 22 April 1982; umur 30 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Real Madrid (bergabung tahun 2009; sebelumnya pada 2003-2009 di A.C. Milan). Kaká umumnya bermain di posisi gelandang serang ataupun penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186 cm.
Masa kecil
Kaká dilahirkan di Brasília, Brasil pada tanggal 22 April 1982, ia
merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco
Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang
dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.
Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis,
yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua
yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama
"Ricardo" di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama
panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata
"Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya "Caca"
yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.
Pada bulan September 2000,
di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada kariernya dan kemungkinan
patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari
sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká
pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas
kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk
Gerejanya. untuk itulah setiap kali ia mencetak gol tangannya selalu di
arakan ke atas, bertanda rasa terimah kasih kepada Tuhan.Begitupun
bajunya,di balik baju olahraganya ada baju dengan tulisan seperti I
belong to Jesus dan sebagainya. Tulisan itu biasanya ditunjukkan sesudah
mencetak gol atau saat akhir pertandingan di stadion.
Karier klub
Kaká dengan AC Milan
Kaká menandatangani kontrak dengan São Paulo pada usia 15 tahun dan memimpin tim juniornya pada kemenangan ‘Copa de Juvenil’.
Ia memulai debutnya di São Paulo FC tahun 2001 ketika di berusia 18
tahun. Pada musim pertama, ia mengoleksi 12 gol dalam 27 pertandingan
dan 10 gol dalam 22 pertandingan di musim berikut. Pada usia 17 tahun,
ketika ia masih dalam tim junior, Sao Paulo berniat menjual Kaká ke tim
dari Liga divisi 1 Turki, Gaziantepspor.
Transaksi tidak terjadi, karena manajer Gaziantepspor, Nurullah Sağlam,
dan dewan pengurus tim itu menolak untuk membayar $1.5m untuk pemuda 17
tahun itu. Setelah bergabung dengan tim senior São Paulo FC, penampilan
Kaká menarik perhatian klub-klub Eropa.
Dia bergabung dengan AC Milan(Satu paket dengan adiknya,digao) dengan bayaran US $8.5 m, jumlah yang dianggap sedikit
oleh pemilik klub Silvio Berlusconi. Dalam sebulan, ia telah masuk ke
dalam tim utama dan sejak saat itu pula ia menjadi starter. Debutnya di
Serie A adalah ketika Milan bertandang melawan A.C. Ancona, menang 2-0. Dia menghasilkan 10 gol dalam 30 pertandingan pada musim itu, memenangkan Serie A dan Piala Super Italia.
Kaká adalah bagian inti dari lima orang pemain tengah pada musim
2004-2005, biasa bermain dalam posisi penyerang bayangan di belakang
striker Andriy Shevchenko. Dia mengoleksi 7 gol dalam 36 pertandingan liga dan juga memenangkan Piala Super Italia bersama dengan klubnya. Milan meraih posisi kedua setelah Juventus di Serie A dan dalam partai final dengan Liverpool pada adu penalti di Piala/Liga Champions.
Salah satu gol Kaká yang sangat menakjubkan adalah ketika melawan Fenerbahçe SK di pertandingan pertama AC Milan dalam Piala/Liga Champions 2005-06, Rossoneri menang 3-1. Gol itu membuatnya disamakan dengan Diego Maradona,
karena Kaká memulai larinya dari tengah lapangan dan melewati tiga
ganjalan sebelum memasuki daerah penalti dan menyelesaikannya dengan
shot rendah di bawah kiper Fenerbahçe, Volkan Demirel.
Pada 9 April 2006, ia membuat tiga gol pertamanya dalam pertandingan melawan Chievo Verona. Ketiga golnya dihasilkan pada babak pertama. Pada 2006, Real Madrid
menunjukkan ketertarikannya menggaet bintang 25 tahun ini, tetapi Milan
dan Kaká menolak untuk menjual. Kaká telah menandatangani perpanjangan
kontrak dengan Milan hingga 2011.
Pada 1 November 2006, AC Milan lolos babak penyisihan Piala/Liga
Champions setelah Kaká membuat tiga gol yang membantu timnya menang 4-1
melawan R.S.C. Anderlecht. Ini adalah tiga gol keduanya di Milan dan tiga gol pertamanya di kompetisi Eropa.
Kemudian pada tanggal 8 Juni 2009,
Kaká bergabung dengan Real Madrid dengan kontrak 6 tahun, dengan nilai
transfer yang diperkirakan sekitar 65 Juta Poundsterling.
Tim nasional
Kaká di timnas Brasil
Kaká melakukan debut internasionalnya pada bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada tahun 2003, dia menjadi kapten tim dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, memimpin Brasil ke posisi kedua dan membuat gol yang menentukan dalam pertandingan melawan Kolombia. Setelah itu, dia beraksi di Piala Konfederasi 2005, dengan Kaká menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan "Jesus Loves You--Yesus mencintaimu" dalam berbagai bahasa.) Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam voting penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004. Pada kompetisi tahun 2005, ia naik dua peringkat lebih tinggi. Terakhir, ia membantu Brasil dalam masuk kualifikasi pada Piala Dunia 2006.
Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu
pesepak bola terbaik dari Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brasil di
Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006
dia menyumbangkan salah satu gol briliannya untuk tim Brasil setelah
melakukan umpan yang membuahkan gol kepada pemain yang baru masuk, Elano Blumer. Kaká mendapat bola dari pantulan sepak pojok Argentina, dan mengambil bola dari ¾ lapangan lalu mencetak gol. Pada 15 November 2006, Kaká dipilih sebagai kapten Brazil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss karena absennya kapten Brasil sebelumnya, Lucio yang disebabkan oleh cedera.
Piala Dunia 2006
Pada pertandingan pertama Brasil di grup F, Kaká mencetak gol di
menit ke-99 saat melawan Kroasia. Tendangan kaki kiri dari jarak 25
meter membuat Brasil meraih kemenangan 1–0. Media menganggap Kaká
sebagai satu-satunya anggota dari "magic quartet" – Adriano, Kaká, Ronaldo, Robinho and Ronaldinho yang dihasilkan dalam pertandingan itu. Dan juga ketika melawan Ghana
dia mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan kepada Ronaldo,
yang akhirnya menghasilkan gol, sehingga Ronaldo memecahkan rekor Gerd Müller,
gol terbanyak di Piala Dunia. Kaká ternyata tidak dapat meneruskan
kinerjanya ke pertandingan selanjutnya dan Brasil dikalahkan oleh Perancis di perempat final.
Piala Dunia Afrika Selatan 2010
Bermain untuk tim Brasil di grup G, pada pertandingan keduanya melawan Pantai Gading Kaka memberikan kontribusi untuk gol yang dicetak Luis Fabiano.
Sayangnya Kaka terpancing emosi oleh permainan keras tim Pantai Gading
yang menyebabkanya mendapat kartu merah. Jika tidak, ia berpeluang
menjadi Man of The Match yang akhirnya disandang Luis Fabiano.
Kehidupan pribadi dan agama
Kaká menikahi Caroline Celico di Gereja pada 23 Desember 2005, dua tahun setelah kepindahan Kaká dari Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli 1987, anak dari Rosangela Lyra, direktur Dior di Brasil dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká bertemu pada tahun 2001
ketika ia masih seorang menjadi seorang siswi dan Kaká masih bermain
untuk São Paulo Football Club. Pernikahannya dihadiri 600 orang,
termasuk rekan-rekan pesepak bola: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida, Júlio Baptista dan juga pelatih nasional Brasil, Carlos Alberto Parreira. Caroline berencana mendapatkan gelar sarjana bisnis dari universitas di Milan.
Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat. Dia dikenal suka memakai Christian gear dari dulu: dia pernah memakai T-shirt dengan tulisan I Belong to Jesus dalam beberapa pertandingan, seperti saat perayaan kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002, dan perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004.
Dia menggunakan sepatu yang ditambah dengan tulisan pada lidah
sepatunya. Tiap kali ia mencetak gol dia menunjuk dengan jari-jarinya ke
langit sebagai tanda terim kasihnya kepada Tuhan dan mungkin ini yang
pertama bagi seorang pesepak bola yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia
masih virgin ketika dia menikah.
Tidak seperti kebanyakan pemain bola lainnya, minuman yang disukai
Kakà hanyalah air putih dimana kebanyakan pesepak bola lainnya lebih
suka menenggak minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau
sempat diremehkan rekan-rekannya, ia tetap konsisten pada pendiriannya
sehingga akhirnya ia justru dihormati teman-temannya, kesukaanya
mendengar musik gospel juga aneh di kalangan pemain yang lain ia sangat
mengidolakan penyanyi gospel Brasil, Aline Baros.
Kakà suka dengan kepribadiannya yang saleh. Semua rekan-rekannyanya
sama sekali tidak mengetahui Aline Baros karena mereka mungkin lebih
memilih musik bertipe rock, dan lain-lain. Hal ini pulalah yang dulu
membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat dekat, Shevchenko
juga seorang pribadi religius sehingga Kakà merasa begitu dekat
dengannya, namun hubungan itu harus terputus setelah Shevchenko pindah
ke Chelsea musim 2006,
tetapi Kakà kadang-kadang masih menyempatkan diri menghubungi
Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang melambangkan kesucian
serta ketulusan. Kakà sangat suka berdoa, bahkan ia sering mengajak
rekan-rekannya turut berdoa. Kakà termasuk seorang penggila mobil Ferrari, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan. Kakà juga mengidolakan aktor Tom Hanks.
Serba-Serbi
- Kaká adalah anggota organisasi "Athletes of Christ".
- Dalam bahasa Italia, bahasa bekas klubnya (AC Milan), padanan kata fonetisnya tertulis sebagai Kakà. Bagaimanapun juga, nama yang tertulis di kaos pemain dieja KAKA'(dengan tanda petik satu, bukan A dengan aksen) baik di klubnya di Milan maupun di tim nasional Brasil dulu. Pada Piala Dunia 2006, bagian punggung kaosnya tertulis KAKÁ. Kaká juga diambil dari bahas Portugis.
- Sejak November 2004, Kaká telah menjadi duta Against Hunger untuk Program World Food PBB. Dia adalah duta yang paling muda pada saat dia ditunjuk.
- Musik favorit Kaká adalah musik gospel.
- Moto hidup Kaká adalah "I belong to Jesus" dan "God is faithful", yang ia jahitkan pada lidah sepatu Adidas Predator Absolutenya.
Prestasi
Pemain terbaik dunia versi FIFA tahun 2006
Klub
- Piala Super Eropa: 2003
- Serie A: 2004
- Piala Super Italia: 2004
- Piala/Liga Champions: 2006-07
- Piala Dunia Antarklub: 2007
- Copa Del Rey: 2010-2011
- La Liga : 2011-2012
Internasional
- Piala Dunia: 2002
- Piala Konfederasi: 2005, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar